Minggu, 17 September 2017
Mertua Ini Rutin Minta Jatah Bulanan, Saat Wafat Menantu Nangis Lihat Buku Tabungannya, Ternyata

Mertua Ini Rutin Minta Jatah Bulanan, Saat Wafat Menantu Nangis Lihat Buku Tabungannya, Ternyata


Mertua Ini Rutin Minta Jatah Bulanan, Saat Wafat Menantu Nangis Lihat Buku Tabungannya, Ternyata
Kisah haru ini dialami pasangan suami istri yang hidup juga bersama ayah dari sang suami.

Setiap bulan mertuanya selalu meminta jatah bulanan hingga pada saat kematiaan sang mertua

pasutri ini  kaget ternyata uang selama ini diberikan digunakan untuk sesuatu yang mulia ini.

Berikut kisah selengkapnya!

Suamiku, Riki, lahir di daerah pedesaan China.

Ibunya meninggal ketika ia masih muda sehingga ayahnya membesarkannya seorang diri.

Saat itu, gaji seorang guru sangat rendah sehingga keluarganya sangat miskin.

Ia harus meminjam uang kepada kerabat untuk membayar uang kuliahnya.

Setelah lulus, Riki tetap tinggal di kota untuk bekerja.

Untungnya suamiku mendapat pekerjaan yang bagus sehingga gajinya termasuk tinggi.

Saat itu, ayahnya juga sudah pensiun. Ia ingin membawa ayahnya untuk tinggal bersamanya

di kota dengan kami. Namun ayahnya menolak karena merasa tidak biasa.

Ayahnya memiliki sebuah permintaan. Ia ingin Riki memberinya uang 600 yuan per bulan (sekitar 1 juta 2 ratus).

Saat itu, saya pun berpikir, uang pensiun guru sekitar 2000 yuan (sekitar 3 juta 9 ratus), masa tidak cukup?

Biaya belanja di pedesaan bukannya kecil?

Saya menyarankan kepada suami untuk memberinya uang makan saja, takut ia menghamburkan uang.

Tetapi, ayah mertua tetap bersikeras ingin 600 yuan per bulan.

Mau bagaimana lagi, suamiku pun memberinya uang bulanan sesuai permintaannya.

Anehnya, setiap kali kami mengunjunginya, kami tidak pernah melihat ia membeli barang apa-apa.

Jika ditanya, ayahnya akan tertawa dan menjawab, "masa ayah tidak boleh diam-diam punya istri kecil?"

Ayahnya memang termasuk orang yang sehat, temannya juga banyak sehingga kami tidak khawatir.

Tapi belum lama ini, ia mengalami pendarahan otak akut.

Kami pun membawanya ke kota untuk menerima perawatan. Tetapi, semuanya terlambat.

Ia meninggal dunia pada usia 76 tahun.

Pada hari pemakamannya, banyak kerabat yang datang, tapi banyak juga orang yang tidak kami kenal.

Kami merasa sangat aneh, tapi karena sibuk, kami pun tidak banyak tanya.

Setelah selesai mengurus, saya melihat buku bank ayahnya.

Disana di tulis secara rinci uang yang dihabiskan oleh ayah mertua.

Karena penasaran selama ini uang dihabiskan dimana, saya pun membuka buku itu.

Halaman pertama, saya melihat ia transfer uang untuk beberapa kerabat.

Tetapi ketika saya membuka halaman berikutnya, saya kaget ketika melihat uang yang dihabiskan oleh ayah mertua.

Ternyata ia menyumbang uang untuk membeli barang-barang kepada siswa di desa.

Bahkan ia memberi beasiswa untuk anak yang nilainya bagus.

Pada saat ini, saya baru sadar bahwa ia adalah seorang yang bijaksana.

Akhirnya saya mengerti mengapa banyak kerabat dan teman yang begitu baik kepada kami,

mengapa banyak orang yang datang ke pemakamannya.

Setelah saya memberitahukan hal ini kepada Riki, ia pun menangis. Dia mengatakan bahwa sejak kecil,

ayahnya selalu mengajarinya untuk belajar memberi dan bersyukur.

Ia bilang banyak kerabat yang membantunya, sehingga ia tidak lupa untuk membantu dan memberi kembali.

Sekarang, kami memutuskan untuk tetap menyumbang 600 yuan kepada anak-anak di desa.

Semoga ayah dapat beristirahat tenang.

Saya sangat bangga memiliki ayah mertua seperti ini, dalam saat yang sama,

saya juga bangga dengan suami saya.

Orang yang biasa saja, tetapi menjadi luar biasa berkat sifat dermawannya.

Bahwa ternyata memberi itu tidak harus kaya, karena jika menunggu kaya,

seumur hidup kita tidak akan pernah menjadi pemberi.

Mari kita berusaha untuk senantiasa memberi dengan setulus hati.

Dengan demikian, kita juga akan mengalami kebahagiaan dan damai dalam hidup ini.

Jangan lupa untuk SHARE cerita ini kepada temanmu!





sumber : http://bit.ly/2haW9ih

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mertua Ini Rutin Minta Jatah Bulanan, Saat Wafat Menantu Nangis Lihat Buku Tabungannya, Ternyata