Selasa, 04 Juli 2017
[viral] Nasabah Asuransi Mengamuk Karena Klaim Tidak Dibayar, Ternyata…

[viral] Nasabah Asuransi Mengamuk Karena Klaim Tidak Dibayar, Ternyata…


Orang Indonesia memang tipikalnya begitu dari dulu. Giliran berita buruk cepat sekali disebar. Berita baik? Amit-amit dah. Saya mengulas ini dalam rangka edukasi masyarakat bagaimana menanggapi berita yang beredar, khususnya masalah asuransi ataupun keuangan. Bukan sebagai juru bicara perusahaan asuransi mana pun.

1. Semakin Besar, Semakin Digoyang

Tahun 2016 kemarin Prudential membayar klaim sebesar 10T!! Baca: 10.000 milliar!! Ini merupakan pembayaran klaim tertinggi dari semua perusahaan asuransi jiwa di Indonesia.Jadi bisa dipastikan, semakin tinggi sebuah pohon, semakin kencang angin yang meniupnya. Bisa dimengerti karena perusahaan ini merupakan perusahaan asuransi swasta dengan nasabah terbanyak di Indonesia. Tentunya lebih viral jika nasabah BRI misalnya yang ngamuk daripada nasabah Bank Papua yang ngamuk. Karena pemakainya jauh lebih banyak.

Tapi terbukti, meski diterpa oleh kabar buruk setiap tahunnya tapi tetap pencapaiannya malah melejit. Tingkat kepercayaannya terus naik dari tahun ke tahun. Artinya pihak perusahaan dan jajarannya pun terus memperbaiki diri dan masyarakat pun semakin teredukasi. Jadi tidak selamanya kabar buruk itu sebagai pertanda buruk. Bahkan itu bisa dijadikan peluang yang baik.

2. Oknum Agen Dan Nasabah Nakal

Jadi setiap lihat berita harus kuasai dulu masalahnya, baru share. Karena kasihan banyak orang-orang yang sangat terbantu dengan adanya program keuangan ini. Lantas kenapa yang tertolong tidak ribut alias diam-diam saja?

Ya, karena kebiasaan orang Indonesia (tidak semuanya), dengar temannya dapat uang besar langsung minta traktir, pinjam duit atau ditodong buat beli dagangannya. Ini bisa mengakibatkan gesekan sosial. Jadi lebih baik diam saja. Apalagi uang klaim asuransi itu diperuntukkan sebagai santunan bukan untuk hura-hura. Jadi agen asuransi profesional juga perlu menyembunyikan data client yang menerima uang santunan. Kecuali jika klaim berupa penggantian biaya berobat di RS yang tidak bersifat tunai, tentu dengan persetujuan client.

Saya pernah punya calon client sudah sakit jantung. Istrinya meminta agar penyakit jantung suaminya tidak dituliskan. Katanya, seorang (oknum) agen dari perusahaan asuransi lain bilang bahwa itu bisa tidak dituliskan. Tapi karena dia maunya pakai asuransi tempat saya bekerja maka dia ketemu sama saya. Tapi saya tidak mau. Ya sudah, saya minta dia cari agen lain yang bisa diajaknya bersekongkol. Karena saya tidak mau ambil risiko hukum dan membuatnya menyesal di kemudian hari.

Percayalah, di luar sana banyak oknum agen dan juga nasabah nakal sebagaimana di bidang lain pun pasti ada oknumnya dan konsumen nakalnya. Tapi bukan berarti tidak berasuransi hanya karena ada oknum agen. Hanya perlu berhati-hati dan teliti saja. Karena toh masih banyak agen yang benar dan profesional.

Apakah perusahaan asuransi menolak orang sakit yang ingin menjadi nasabah asuransi? Tidak juga. Ada yang ditolak & ada yang diterima. Saya punya client yang beruntung sekali bisa diterima meski sudah ada riwayat sakit jantung setelah melewati rangkaian medical check up oleh pihak yang bekerjasama dengan perusahaan asuransi. Itu termasuk ajaib sekali! Meski dengan risiko ada tambahan premi.

3. Klaim Pasti Dibayar Jika Memenuhi Syarat Klaim

Yang di video ini mungkin klaimnya hanya seberapa. Dan itu pun tidak dibayar karena memang sudah seharusnya dan sepantasnya tidak dibayar. Tidak sebanding dengan orang-orang yang sudah banyak tertolong dengan klaim asuransi.

Kenapa? Pembayaran klaim itu ada syaratnya. Minimal masalah kesehatan harus jujur dari awal, tidak melakukan tindakan yang melawan hukum yang berkaitan dengan klaim, yang mau diklaim memang memenuhi syarat, dan seterusnya.

Ingat kasus kecelakaan anak seorang artis ternama tanah air dimana klaimnya tidak dibayar? Ya, itu benar tidak dibayar. Karena merupakan pelanggaran hukum (anak di bawah umur menyetir mobil lalu kecelakaan).

Percayalah, hampir semua perusahaan asuransi tidak akan membayar klaim jika tidak sesuai dengan aturan yang ada. Sepanjang pengalaman saya, untuk orang-orang yang berkonsultasi masalah klaim, semua klaimnya dibayar. Ada yang dapat ratusan juta bahkan milliaran.

Klaim asuransi ribet? Tidak ribet kalau tahu aturan. Jika pun ribet, ribet mana? Kumpul uang puluhan dan ratusan juta bahkan milliaran rupiah selama berpuluh-puluh tahun daripada urus klaim?

Kasus di selebaran kertas itu merupakan kasus lama. Nasabahnya salah paham. Dan pada akhirnya dia minta maaf.

4. Jeli Melihat Berita

Sebagai masyarakat perlu bijak untuk melihat kabar yang berseliweran di dunia maya. Meski disiarkan oleh TV nasional, tapi perlu mempertimbangkan siapa yang meng-share-nya? Siapa pemilik TV itu? Kenapa? Biasanya pemilik TV punya bisnis yang bergerak di bidang yang sama. Dan seterusnya.

5. Fakta Yang Menohok Sekali

a. Kebanyakan yang share berita mengenai klaim asuransi yang tidak dibayarkan adalah mereka yang sebenarnya tidak punya polis asuransi. Kalau punya, mereka pasti paham bahwa memang tidak semua klaim harus dibayarkan. Coba silahkan tanya sama mereka, punya polis asuransi terkait tidak? Pasti dijawabnya tidak. 😂😁

b. Jika memang punya polis, tapi tidak pernah buka polisnya. Alias malas baca. Saya pernah berinteraksi dengan orang yang menjadi nasabah dan sedang mengurus klaim. Agennya sudah tidak aktif. Dia protes masalah tidak bisa double klaim untuk manfaat berobat RS. Saya katakan bahwa sudah aturan untuk semua asuransi seperti itu khusus untuk manfaat ini (manfaat lain bisa double klaim). Yang berlaku itu hanya pembayaran selisih yang belum dibayarkan saja. Dia tanya, “Ada dalam polis mengenai itu?” Saya jawab, “Ya, silahkan dicari.” Dia bilang lagi, “Koq tidak dikasih tahu?” Saya jawab, “Ya agennya tidak kasih tahu.” Lagi pula saya sudah kasih tahu kan, karena situ nanya? 😁 Jadi salah siapa? Ya salah agennya dan nasabah.

Pakai asuransi lain saja deh. Silahkan. Toh aturannya juga sama jika melakukan pelanggaran yang sama. Wkwkwk. Kalau niatnya mau melanggar aturan sebaiknya jangan berasuransi, nanti kecewa. Karena perusahaan asuransi sudah sangat berpengalaman dalam agar tidak dicurangi oleh nasabah nakal.Perhatikan orang yang punya polis asuransi dan paham. Pasti mereka tidak share berita itu. Atau bahkan mungkin mereka sedang tertawa melihat tingkah konyol orang-orang yang sok tahu 😁

Cerdaslah menjadi masyarakat dalam melihat & menilai sebuah berita. Tidak semua yang muncul di TV itu menyajikan fakta keseluruhan. Hanya sepotong-potong saja. Tafsir kitab suci tapi sepotong-potong saja bisa sesat. Bertanyalah, mengapa pemberitaan kopi sianida sampai berjilid-jilid sementara pemberitaan klaim tidak dibayar hanya sepengggal saja lalu hilang? Think!

6. Indonesia Merupakan Negara Tertinggal Dalam Hal Asuransi Dan Literasi Keuangan

Perlu saya informasikan, Indonesia ini terlambat nyaris 200 tahun dari negara-negara maju mengenai asuransi. Waktu menulis skripsi dulu saya mendapatkan fakta itu dari buku-buku luar negeri. Menohok sekali!! Jadi penting sekali pemasar asuransi saat ini gencar mengedukasi, bukan hanya gencar closing. Karena bangsa ini tidak akan maju jika hanya diberikan pisau tapi tidak tahu bagaimana cara memakainya, berpotensi mematikan.

Jika ada yang bilang bahwa asuransi haram, setidaknya sekarang sudah ada asuransi syariah. Peminatnya jutsru banyak dari yang non Muslim karena sistemnya tolong menolong. Karena jika asuransi tidak baik, seharusnya tidak perlu ada di Indonesia dan di dunia. Bahkan di Arab Saudi pun masyarakatnya memakai asuransi. Tiket pesawat haji dan umroh pun mengandung asuransi.

Dan satu catatan lagi, semua perusahaan asuransi diawasi oleh OJK. Jika mau melihat kinerja keuangan semua perusahaan asuransi belilah majalah Investor khusus edisi asuransi (biasanya terbit di pertengahan tahun). Semua data keuangan perusahaan asuransi jiwa dan umum tercatat di dalamnya.

Akhir kata, jangan sampai ulah segelintir orang bodoh, kita ikut-ikutan menjadi bodoh dan celaka. Ingatlah, yang memprovokasimu untuk tidak berasuransi, tidak pernah berjanji akan memberikan jaminan untuk membayar biaya berobat dan menyantuni anak istrimu ketika musibah yang tidak diinginkan terjadi. Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika bukan mereka yang mau mengubahnya.

sumber artikel: https://seword.com/ekonomi/nasabah-asuransi-mengamuk-karena-klaim-tidak-dibayar-menjadi-viral/




Hukum Asuransi Dalam Pandangan Islam, Haram atau Hallal?


Asuransi ialah jaminan atau perdagangan yg di berikan oleh penanggung kepada yg bertanggung utk risiko kerugian sebagai yg ditetapkan dalam surat perjanjian bila terjadi kebakaran kecuriam kerusakan dan sebagainya ataupun mengenai kehilangan jiwa atau kecelakaan lainnya dgn yg tertanggung membayar premi sebanyak yg di tentukan kepada penanggung tiap-tiap bulan. A. Abbas Salim memberi pengertian bahwa asuransi ialah suatu kemauan utk menetapkan kerugian-kerugian kecil yg sudah pasti sebagai kerugian-kerugian besar yg belum pasti. Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa hal itu sama dgn orang yg bersedia membayar kerugian yg sedikit pada masa sekarang agar dapat menghadapi kerugian-kerugain besar yg mungkin terjadi pada masa yg akan datang. Misalnya dalam asuransi kebakaran seseorang mengasuransikan rumahnya pabriknya atau tokonya kepada perusahaan asuransi. Orang tersebut harus membayar premi kepada perusahaan asuransi. Bila terjadi kebakaran maka perusahaan akan mengganti kerugian-kerugian yg disebabkan oleh kebakaran itu.

Macam-macam Asuransi

Di Indonesia kita kenal ada beramcam-macam asuransi dan sebagai contoh di kemukakan dibawah ini di antaranya

Asuransi Beasiswamempunyai dasar dwiguna. Pertama jangka pertanggungan dapat 5-20 tahun disesuaikan denagn usia dan rencana sekolah anak kedua jika ayah meninggal dunia sebelum habis kontrak pertanggungan menjadi bebas premi sampai habis kontrak polisnya. Tetapi jika anak yg di tunjuk meninggal maka alternatifnya ialah mengganti dgn anak yg lainnya mengubah kontrak kepada bentuk lainnya menerima uangnya secara tunai bila polisnya telah berjalan tiga tahun lebih atau membatalkan perjanjian . Pembayaran beasiswaa dimulai bila kontrak sudah habis.

Asuransi Dwiguna dapat diambil dalam jangka 10-15-25-30 tahun dan mempunyai dua guna

Perlindungan bagi keluarga bilamana tertanggung meninggal dunia dalam jangka waktu tertanggungan.

Tabungan bagi tertanggung bilamana tertanggung tetap hidup pada akhir jangka pertanggungan.

Asuransi jiwa adl asuransi yg bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial yg tidak terduga yg disebabkan orang meninggal terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama. Jadi ada dua hal yg menjadi tujuan asuransi jiwa ini yaitu menjamin hidup anak atau keluarga yg ditinggalkan bila pemegang polis meninggal dunia atau utk memenuhi keperluan hidupnya atau keluarganya bila ditakdir akan usianya lanjut sesudah masa kontrak berakhir.

Asuransi kebakaran bertujuan utk mengganti kerugian yg disebabkan oleh kebakaran. Dalam hal ini pihak perusahaan menjamin risiko yg terjadi krn kebakaran. Oleh krn itu perlu dibuat suatu kontrak antara pemegang polis dgn perusahaan asuransi. Perjanjian dibuat sedemikian rupa agar kedua belah pihak tidak merasa dirugikan. Demikianlah diantara macam asuransi yg kita kenal di Indonesia ini. Kalau kita perhatikan tujuan dari semua macam asuransi itu maka pada prinsipnya pihak perusahaan asuransi memperhatikan tentang masa depan kehidupan keluarga pendidikannya dan termasuk jaminan hari tua. Demikian juga perusahaan asuransi turut memikirkan dan berusaha utk memperkecil kerugian yg mungkin timbul akibat terjadi resiko dalam melaksanakan kegiatan usaha baik terhadap kepentingan pribadi atau perusahaan.

Asuransi dalam Sudut Pandang Hukum Islam

Mengingat masalah asuransi ini sudah memasyarakt di Indonesia ini dan di perkirakan ummat Islam banyak terlibat didalamnya maka perlu juga dilihat dari sudut pandang agama Islam. Di kalangan ummat Islam ada anggapan bahwa asuransi itu tidak Islami. Orang yg melakukan asuransi sama halnya dgn orang yg mengingkari rahmat Allah. Allah-lah yg menentukan segala-segalanya dan memberikan rezeki kepada makhluk-Nya sebagaimana firman Allah SWT yg artinya “Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi mealinkan Allah-lah yg memberi rezekinya.” “?dan siapa yg memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan ??” “Dan kami telah menjadikan untukmu dibumi keperluan-keprluan hidup dan makhluk-makhluk yg kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.” Dari ketiga ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah sebenarnya telah menyiapkan segala-galanya utk keperluan semua makhluk-Nya termasuk manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Allah telah menyiapkan bahan mentah bukan bahan matang. Manusia masih perlu mengolahnya mencarinya dan mengikhtiarkannya. Orang yg melibatkan diri kedalam asuransi ini adl merupakan salah satu ikhtiar utk mengahdapi masa depan dan masa tua. Namun krn masalah asuransi ini tidak ada dijelaskan secara tegas dalam nash maka masalahnya dipandang sebagai masalah ijtihadi yaitu masalah perbedaan pendapat dan sukar dihindari dan perbedaan pendapat tersebut juga mesti dihargai.

Perbedaan pendapat itu terlihat pada uraian berikut

Asuransi itu haram dalam segala macam bentuknya temasuk asuransi jiwa. Pendapat ini dikemukakan oleh Sayyid Sabiq Abdullah al-Qalqii Yusuf Qardhawi dan Muhammad Bakhil al-Muth’i . Alasan-alasan yg mereka kemukakan ialah

Asuransi sama dgn judi
Asuransi mengandung ungur-unsur tidak pasti.
Asuransi mengandung unsur riba/renten.
Asurnsi mengandung unsur pemerasan krn pemegang polis apabila tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya akan hilang premi yg sudah dibayar atau di kurangi.
Premi-premi yg sudah dibayar akan diputar dalam praktek-praktek riba.
Asuransi termasuk jual beli atau tukar menukar mata uang tidak tunai.
Hidup dan mati manusia dijadikan objek bisnis dan sama halnya dgn mendahului takdir Allah.
Asuransi di perbolehkan dalam praktek seperti sekarang Pendapat kedau ini dikemukakan oleh Abd. Wahab Khalaf Mustafa Akhmad Zarqa Muhammad Yusuf Musa dan Abd. Rakhman Isa . Mereka beralasan

Tidak ada nash yg melarang asuransi.
Ada kesepakatan dan kerelaan kedua belah pihak.
Saling menguntungkan kedua belah pihak.
Asuransi dapat menanggulangi kepentingan umum sebab premi-premi yg terkumpul dapat di investasikan utk proyek-proyek yg produktif dan pembangunan.
Asuransi termasuk akad mudhrabah
Asuransi termasuk koperasi .
Asuransi di analogikan dgn sistem pensiun seperti taspen.
Asuransi yg bersifat sosial di perbolehkan dan yg bersifat komersial diharamkan Pendapat ketiga ini dianut antara lain oleh Muhammad Abdu Zahrah . Alasan kelompok ketiga ini sama dgn kelompok pertama dalam asuransi yg bersifat komersial dan sama pula dgn alasan kelompok kedua dalam asuransi yg bersifat sosial . Alasan golongan yg mengatakan asuransi syubhat adl krn tidak ada dalil yg tegas haram atau tidak haramnya asuransi itu. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa masalah asuransi yg berkembang dalam masyarakat pada saat ini masih ada yg mempertanyakan dan mengundang keragu-raguan sehingga sukar utk menentukan yg mana yg paling dekat kepada ketentuan hukum yg benar.

Sekiranya ada jalan lain yg dapat ditempuh tentu jalan itulah yg pantas dilalui. Jalan alternatif baru yg ditawarkan adl asuransi menurut ketentuan agama Islam. Dalam keadaan begini sebaiknya berpegang kepada sabda Nabi Muhammad SAW “Tinggalkan hal-hal yg meragukan kamu kepada hal-hal yagn tidak meragukan kamu.” Asuransi menurut ajaran agama Islam yg sudah mulai digalakkan dalam masyarakat kita di Indonesia ini sama seperti asuransi yg sudah ada selama ini pada PT. Asuransi Bumi Putera Asuransi Jiwasraya dan asuransi lainnya. Macamnya sama tetapi sisitem kerjanya berbeda yaitu dengan system mudharabah . Kita lihat dalam asuransi Takaful berdasarkan Syariah ada beberapa macam diantaranya

Takaful Kebakaran

Asuransi takaful kebakaran memberikan perlindungan tehadap harta benda seperti toko industri kantor dan lain-lainnya dari kerugian yg diakibatkan oleh kebakaran kejatuhan pesawat terbang ledakan gas dan sambaran petir.

Takaful pengankutan barang

Asuransi bentuk ini memberikan perlindungan terhadap kerugian atas harta benda yg sedang dalam pengiriman akibat terjadi resiko yg disebabkan alat pengankutannya mengalami musibah atau kecelakaan.

Takaful keluarga

Asuransi takaful kelurga ini tercakup didalamnya takaful berencana pembiayaan berjangka pendidikan kesehatan wisata dan umroh dan takaful perjalanan haji. Dana yg terkumpul dari peserta diinvestasikan sesuai prinsip syariah. Kemudian hasil yg diperoleh dgn cara mudharabah dibagi utk seluruh peserta dan utk perusahaan. Umpamanya 40% utk peserta dan 60% utk perusahaan.

Sebagaimana telah disinggung diatas bahwa macam suransi konvensional sama saja dgn asuransi yg berlandaskan syariah. Namun dalam pelaksanaanya ada perbedaan mendasar yaitu bagi hasil pada asuransi yg berlandaskan syariah dan tidak demikian pada asuransi konvesional. Disamping itu ada alasan lain lagi yg perlu jadi bahan pertimbangan terutama oleh golongan yg menghramkan asuransi konvensional disebabkan oleh tiga hal yaitu

Gharar Dalam asuransi konvensional ada gharar krn tidak jelas akad yg melandasinya. Apakah akad Tabaduli atau akad Takafuli . Umpamanya saja sekiranya terjadi klaim seperti asuransi yg diambil sepuluh tahun dan pembayaran premi itu adl gharar dan tidak jelas dari mana asalnya. Berbeda dgn asuransi takaful bahwa sejak awal polis dibuka sudah diniatkan 95% premi utk tabungan dan 5% diniatkan utk tabarru . Jika terjadi klaim pada tahun kelima maka dan yg Rp. 7.500.000- itu tidak gharar tetapi jelas sumbernya yaitu dari dana kumpulan terbaru/derma.

Maisir Mengenai judi jelas hukumnya yaitu haram sebagaimana di firmankan Allah dalam surat al-Maidah 90. Dalam asuransi konvensional judi timbul krn dua hal

Sekiranya seseorang memasuki satu premi ada saja kemungkinan dia berhenti krn alasan tertentu. Apabila berhenti dijalan sebelum mencapai masa refreshing pheriod dia bisa menerima uangnya kembali dan jumlahnya kira-kira 20% dan uang itu akan hangus. Dalam keadaan seperti inilah ada unsur judinya.

Sekiranya perhitungan kematian itu tepat dan menentukan jumlah polis itu juga tepat maka pearusahaan akan untung. Tetapi jika salah dalam perhitungan maka perusahaan akan rugi. Jadi jelas disini unsur judi . Dalam asuransi takaful berbeda krn sipenerima polis sebelum mencapai refreshing period sekalipun bila dia mengambil dananya maka hal itu di bolehkan. Perusahaan asuransi ialah sebagai pemegang amanah. Malahan kalu ada kelebihan/ untung maka pemegang polispun ada menerimanya.

Riba Dalam asuransi konvensioanal

Riba Dalam asuransi konvensioanal juga terjadi riba krn dananya di investasikan . Sedangakn masalah riba dipersoalkan oleh para alim ulama. Ada ulama mengharamkannnya ada yg membolehkannya dan adapula yg mengatakan syubhat. Jalan yg ditempuh oleh asuransi takaful adl cara mudhrabah . Dengan demikian tidak ada riba dalam asurasni takaful. Agar asuransi takaful yg berlandaskan syariah Islamiah dapat berjalan dan berkembang dalam masyarakat kita di Indonesia ini maka asuransi takaful itu perlu dimasyarakatakan dan manajemennya hendaknya dilaksankan dgn baik dan rapi sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Masyarakat sebenarnya ingin bukti nyata mengenai suatu gagasan ingin mendapat jaminan ketenangan selama masih hidup dan ingin pula jaminan utk anak turunan sesudah meninggal dunia. Apabila asuransi takaful yg berlandaskan syariah Islamiah sudah mewujudkan kehendak anggota masyarakat maka orang yg senang bergelimang dgn hal-hal yg syubhat dan dihadapkan pada ketentuan hukum yg bertolak belakang akan berkurang.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : [viral] Nasabah Asuransi Mengamuk Karena Klaim Tidak Dibayar, Ternyata…